Tak terasa dua setengah bulan telah berlalu, serasa kurang banget libur yang diberi. Hari pertama kuliah langsung ketemu kelas termo, pak Fauzi menerangkan aturan main di kelasnya, lha, kok aturan main? emangnya kuliah main-main, katanya, hehehe, rata-rata dosen mesin dekat dengan mahasiswanya tidak kaku dan enak banget ngasih kuliah. Tapi kalau urusan nilai, jangan ditanya. Mesin terkenal dengan lulusan-lulusan lebih empat tahunnya. Katanya sih, jurusan ini udah didesain untuk lulus lebih dari empat tahun, lha. Ada beberapa praktikum yang diwajibkan untuk tahun empat, dan asisten lab nya harus tingkat lima.
Anak-anak baru juga masih terlihat segar, masih ceria dan bersemangat, kata pak Rin
. Mereka mendapat pengalaman pertama kuliah pada hari ini. Euforia menjadi mahasiswa ITB masih terdapat pada wajah-wajah mereka yang ceria. Biasalah, kan belum UTS, belum tahu MA-FI-KI di ITB seperti apa.
Sudah banyak dari mereka yang menghubungi saya, dari yang mau minjem buku, nyariin tempat kos, dan sebagainya. Doktrin “putra-putri terbaik bangsa” masih menyelimuti jiwa-jiwa mereka. Sejak ITB jadi BHMN dan kebutuhan uang meningkat, jalur masuk pun diperbanyak dari jalur konvensional nya via SPMB, sekarang ada yang nama nya kemitraan, USM terpusat, USM daerah. Saya yang dulu juga sempat ikut USM memang saya akui soalnya lebih mudah daripada SPMB, Baca Pengalaman
Saya datang agak siangan ke kampus dan mulai merasakan kemacetan di
kawasan Ganesha (yang selama liburan panjang kemaren terasa lapang). Satu hal yang pasti, jalan Ganesha dan sekitarnya penuh dengan “lautan” parkiran mobil mahasiswa, kebanyakan berplat B, sebuah pemandangan yang tidak pernah kiat lihat pada tahun 90-an. Apakah ini pertanda mahasiswa ITB banyak yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya? Atau, mungkin karena jarak yang dekat dengan Bandung maka mobil orangtua di Jakarta bisa dibawa nge-kos di Bandung. Atau, mungkin juga mobil baru sebagai hadiah dari orangtua karena berhasil lulus masuk ITB? Yang jelas, lautan mobil di area parkiran itu menunjukkan kelas sosial mahasiswa ITB saat ini. Semoga kesenangan yang diperoleh dari orangtua sebanding dengan capaian kuliah ya, dik….
kata Pak Rin,
Menunggu kuliah di ruang kuliah LabTek V:

Diskusi sudah mulai marak [Read the rest of this entry...]